Protected: menuju empat tahun…

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Advertisements

.. learning ..

“Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka.” (Umar bin Abdul Aziz)

Al-Farra’ rahimahullah berkata,
“Tidaklah aku merasa kasihan pada seseorang seperti rasa kasihanku kepada dua orang: Seorang yang menuntut ilmu, namun dia tidak mempunyai pemahaman, dan seorang yang paham tetapi tidak mencarinya. Dan aku sungguh heran dengan orang yang lapang untuk menuntut ilmu tetapi dia tidak belajar.” (Jami’ Bayanil Ilmi Wa Fadhlihi, 1/103)

Ketahuilah bahwa kamu berada dalam ajang perlombaan, sedangkan waktu-waktu akan habis. Maka, janganlah engkau kekal menuju kemalasan. Tidaklah luput sesuatu kecuali dengan kemalasan. Dan tidaklah dicapai sesuatu kecuali dengan kesungguhan dan tekad.” (Shaidul Khatir hal. 159-161.)

Tinggalkan darimu mengingat hawa nafsu dan para pencintanya
Bangkitlah ke tempat yang tinggi, di sana ada mutiara
Yang menghibur dengan tempat dakiannya dari setiap yang berharga
Dan dari nikmat dunia, yang hakikat jernihnya adalah keruh
Dan dari teman di sana yang melalaikan teman-teman duduknya
Dan dari taman yang diselubungi cahaya dan bunga-bunga
Bangkitlah menuju ilmu dengan kesungguhan tanpa rasa malas
Seperti bangkitnya seorang hamba kepada kebaikan dengan segera
Bersabarlah dalam memperolehnya dengan kesabaran kemuliaan baginya
Tak akan mencapainya orang yang tidak bersabar

Menepis Salah Faham Mengenai Purdah [Kajian Kitab di Pesantren]

#MalaysianLanguage
#PurdahMandubCenderungWajib
#CadarTakSekedarBoleh
#untukMuslimahBukanHanyaSantri

sayangIslam.com

Alhamdulillah, saya menemui tulisan yang amat baik mengenai rasional berpurdah dari saudara seislam dari tanah seberang, Indonesia.   Walaupun Ummu Ashhama Zeedan menulis dalam suasana yang berlaku di Indonesia namun realitinya, cabaran yang sama dihadapi oleh para muslimah yang mencari sedikit bahagia dengan berpurdah di Malaysia.

Saya hanya sempat melihat rujukan asal  Tafsir Al-Tobari dan kitab Al-Umm seperti yang dikemukakan di dalam tulisannya di bawah ini.   Benarlah apa yang dicatatkannya.   Kitab-kitab lain yang disebutkan juga sebenarnya tidak asing di kalangan pelajar aliran ugama di Malaysia.

Saya merasa terpanggil lagi untuk memaparkan hujjah ulama mengenai hukum berpurdah setelah diasak  dengan pelbagai soalan dari para akhawat/muslimat sama ada  di dalam blog ini, melalui email dan juga mesej di Facebook.  Untuk lebih memahami pada permasalahan cabang hukum, maka perkara pokok haruslah dipelajari dan difahami terlebih dahulu.

Ada yang bertanya bolehkah pakai purdah on-off (apa yang dimaksudkan on-off itu sebenarnya ya…) …

View original post 3,700 more words