.: PakDhe :.

Tetiba, pengen cerita tentang dia…yang tak pernah kumengerti arah jalan pikirannya..

*flashback 5-15 tahun yang lalu*

~ anak gadis belasan tahun..sedang duduk di depan teras bersama kakak laki2nya. Sambil menikmati indahnya langit malam berbintang, membicarakan pandangan si adek tentang bagaimana ia nanti akan bersikap ketika menjadi isteri seseorang, tentang orang seperti apa yang ia ingin menjadi suaminya.. Sang kakak dengan bijak menanggapi dan mengarahkan cara berpikir si adek ini..yang menurut ukuran awam harusnya belum berpikir tentang pernikahan atau keluarga.. Hanya pembicaraan ringan sebenarnya, karena baru tahap keinginan si adek tidak bekerja di luar rumah, menjadi seorang istri dan ibu yang serba bisa, dan ingin taat pada suami. Itulah mengapa ia menginginkan seseorang yang paham agama, agar taatnya pada suami adalah wujud taat pada Allah dan gerbang menuju pintu surga. Menanggapi si adek, sang kakak membicarakan tentang kemungkinan poligami, tentang bagaimana cara menyenangkan suami, sampai pada apa-apa yang disukai laki2 dari istrinya.  #me & my brother

~ saat itu aku belum punya semangat tinggi dengan Islam. Masih jahiliyah kalau kata kakakku. Ortu saat itu juga masih awam sehingga tempat ngajiku pun tidak dicarikan yang bagus n berkualitas. Ketika aku tamat IQRO, bukannya diperdalam kualitas malah disuruh ngajarin adek-adek yang masih IQRO 1. Juara 2 baca Qur’an pun hanya tingkat TPA, tidak diperlombakan dengan TPA lain yang kalau aku ikut mungkin babak awal pun sudah tersisihkan. Berbeda dengan kakakku yang saat itu sudah aktif menjadi remaja masjid (REMAS) Brawijaya – Malang. Ibadahnya, akhlaknya, pemahaman agamanya…semua menjadi hal yang membanggakanku. Sayangnya waktu itu aku masih terlalaikan dengan bermain-main bersama teman sebaya. Semua lakunya baru menjadi pemandangan yang kusuka, bukan sesuatu yang kuteladani. Basah wajahnya seusai wudhu, tenang dan khidmat sholatnya, lama sujudnya, panjang dzikirnya…selalu berlama-lama di atas sajadahnya. Dan bahkan pernah ada cerita ia terjatuh ke belakang saat sholat, mengenai laci lemari yang terbuka di belakang tempat sholatnya, namun ia melanjutkan sholatnya dan duduk berdzikir seperti biasa. Ia baru tersadar darah telah membasahi rambut bagian belakang ketika bapak menegur cairan apa yang ada di tengkuknya mengalir dari rambutnya. Entah berapa jahitan yang ia terima di rumah sakit, ia pulang dengan wajah biasa dan tak membicarakan luka itu sama sekali.

~ pernahkan kalian membicarakan kematian dengan saudara kalian? Aku cukup sering diskusi tentang kematian dengan kakakku. Pembicaraan yang gak pernah habis dan muter kemana-mana karena dangkalnya ilmuku. Tentang kemana ruh akan pergi setelah dicabut, dimana ia berada, yang ditanya pertanyaan kubur itu ruh atau jasad, dsb. Anehnya setelah diskusi selalu lupa. *diri ini belum cukup cerdas untuk selalu ingat mati dan mempersiapkan bekal akhirat*

~ gak pernah bohong sejak akil baligh, selalu dalam keadaan suci -tiap batal wudhu segera wudhu lagi-, pernah mau berangkat ke Palestina tapi gak dibolehin ortu, gampang banget ditipu orang saking gak pernah su’udzon, dan terakhir kabar dia dikira teroris. Satu hal rutinitasnya yang dulu ia pernah menyuruhku melakukannya juga adalah; menghitung dosa. “yo enggak iso, ” jawabku. *kusadari sebabnya adalah aku belum paham apa2 yang termasuk dosa*

~ dulu di biodatanya, ia gak pernah cuma nulis kolom agama dengan “Islam” saja. Dia mengisinya dengan “Islam Sunni”. Aku mempertanyakan tentang apa itu sunni. Dia menguraikan tentang syiah, tentang tokoh2nya, tentang sejarah awalnya, dll. Setelah pembicaraan saat itu, aku kembali pada otak kosongku -karena gak ngeh apa urgensinya-.

~ ketika aku mulai punya rasa tentang cinta, bisa ditebak kepada siapa aku cerita dan minta pendapat. Haha.. Kakakku yang aneh itu malah membicarakan bedanya muslim dan mukmin. Menyuruhku bertanya kepada orang yang ingin dekat denganku “apakah nanti aku masuk surga atau neraka?”.

 

Dan nanti akan kuedit postingan ini ketika aku ingat lagi apa-apa tentangnya.. tentang pembicaraan kami, tentang aneh dan melencengnya ia, dan semua tentang dia yang dipanggil “pakdhe”..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s