yang terserak..di jalan cinta…

Mujahid Kecil

Aku ingin menjadi istrimu, tulis gadis itu.

Kulipat kembali surat itu. Surat yang telah kusam karena telah terlalu sering kubaca. Bahkan aku masih hafal semua kalimat dalam kertas biru itu.

Aku percaya pada apa yang kulakukan dan tak peduli bila terkesan aku yang melamarmu. Lagi pula apa salahnya meminta pria berbudi menjadi suami? Maka, Agam, sudikah?

Aku melihatnya pertama kali di pinggir jalan raya, dikerumuni beberapa puluh orang. Waktu itu ia sedang menyampaikan orasi mengenai sikap pemerintah dan GAM terhadap wilayah ini. Ia berbicara sambil menangis mengenai penderitaan ribuan janda dan kanak-kanak Aceh berpuluh tahun terakhir. Jilbab putihnya berkibaran seperti mengiringi gelora bicaranya. Gila, pikirku. Apa ia tak takut ditembak seseorang atau diculik?

Baru saja aku berpikir seperti itu, beberapa aparat datang, membubarkan massa dan menghardiknya.

View original post 2,007 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s